Notification

×

Iklan

SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE GLOBAL TIMUR NEWS

Iklan

SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE GLOBAL TIMUR NEWS

Kapus Waesala Saniaty Tuankota Di Duga Rampok BOK 40%

Jumat, 05 Juli 2024 | 19:17 WIT Last Updated 2024-07-05T12:37:53Z

Foto : kapus Waesala di duga rampok BOK 40%

SBB
- Globaltimur.com - Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pelayanan masyarakat yang dilaksanakan oleh Puskesmas setempat, menjadi incaran para kepala Puskesmas untuk memperkaya dirinya lewat anggaran tersebut.


Hal tersebut terjadi di Puskesmas Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, dana BOK dipotong dan tidak tahu kemana anggaran itu digunakan oleh Kepala Puskesmas Saniaty Tuankota.


Kejadian potongan BOK yang dilakukan Saniaty Tuankota, bukan baru satu kali terjadi, namun sudah pernah dilakukannya di tahun 2023 lalu, dengan pemotongan sebesar 41% dari semua program berjalan, namun perbuatan Saniaty Tuankota sengaja dilindungi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten SBB.


Dengan tidak ada tindakan dari dinas Kesehatan setempat, Saniaty Tuankota kembali berulah dengan memotong 40% dari anggaran program berjalan dari bulan Januari-April 2024.


"Ada pemotongan 40% dana BOK oleh Kepala Puskesmas Saniaty Tuankota, sudah dua kali pemotongan serupa ini dilakukan, pertama di tahun 2023, dan kedua kalinya di tahun 2024", ungkap salah satu sumber yang enggan namanya dipublikasikan kepada media ini, Kamis (4/7/2024).


Pemotongan pada program berjalan, yang diambil dari rekening Penanggungjawab lalu di stor ke bendahara, selanjutnya bendahara memotong 40% dari masing-masing program itu atas perintah Kepala Puskesmas. Beber Sumber


Lanjut kata sumber" 40% hasil pemotongan itu atas kerjasama dan diatur oleh Kepala Puskesmas Saniaty Tuankota dan Bendahara," ungkap sumber


Masih dengan sumber, hasil pemotongan 40% itu belum diketahui untuk apa, dan belum ada penjelasan dari Kepala Puskesmas atas uang yang diambil dari masing-masing program itu, Padahal itu sudah menjadi tanggungjawab penanggungjawab program.


"Program yang dipotong anggaran oleh Kepala Puskesmas Saniaty Tuankota diantaranya P2M, Gizi, KIA, Imunisasi, PTM dan Kesling," tutur Sumber menambahkan.


Tujuan pemerintah mengalokasikan dana BOK langsung ke rekening Penanggungjawab agar tidak ada pemotongan, namun itu tidak berlaku di Puskesmas Waesala, dengan adanya pemotongan maka secara otomatis kerja tidak lagi maksimal, efek dari anggaran yang sudah dipangkas atau dipotong oleh Kepala Puskesmas Saniaty Tuankota.


Olehnya itu, Dinas Kesehatan Kabupaten SBB segera melihat persoalan ini, jika tidak segera bertindak maka dugaan adanya kerjasama antara pihak dinas dan Kepala Puskesmas dalam hal pemotongan 40% dana BOK. 


"Kalau dinas diam dan tidak menindaklanjutinya,maka dugaan kuat ada hasil yang diterima pihak dinas dari pemotongan 40% itu," pungkasnya (***)

×
Berita Terbaru Update