Notification

×

Iklan

SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE GLOBAL TIMUR NEWS

Iklan

SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE GLOBAL TIMUR NEWS

Daniel Rupidara : Kepentingan Negara Adalah Kepentingan Rakyat

Minggu, 30 Juni 2024 | 05:56 WIT Last Updated 2024-06-29T20:56:07Z

Foto : bincang - bincang politik dengan Tokoh politik dan Daniel Rupidara

SBB
- Globaltimur.com - Masyarakat Seram Bagian Barat sangat mengharapkan sosok pimpinan kepala daerah yang bisa mampu merubah konsep berpikir Birokrasi dengan sasaran bagaimana mensejahterakan rakyat, dan merubah manegemen Birokrasi yang tidak disiplin dalam membawa daerah Kabupaten uang berjuluk Saka Mese Nusa ke arah yang lebih baik dan bebas korupsi.


Hal ini terlihat dari pantauan Media Globaltimur.com siang ini, dimana Daniel Rupidara sosok bakal calon Wakil Bupati SBB dalam cerita lepasnya bersama beberapa tokoh politik di salah satu Warkop di Kec. Kairatu membicarakan sebuah konsep memimpin daerah Kab. SBB ini dengan hati, dan dedikasi serta disiplin dan bagaimana merubah sistim berbirokrasi yang terlihat banyak salah penempatan jabatan sesuai besik atau ilmu. Sabtu 29/06/2024


Terkutib Dalam pembicaraan tersebut di tegaskan juga oleh salah satu tokoh politik yang cukup di kenal La Ode Jamal dalam bincangnya mengatakan" APBD daerah itu di hitung dari wilayah dan penduduk. 


Dalam berpolitik dan menata daerah, mestinya sering di adakan diskusi publik, mengajak tokoh politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan bahkan tokoh birokrasi dalam hal ini pemimpin pemimpin birokrasi seperti Kepala Dinas, asisten dan lain-nya guna membahas berbagai hal tentang daerah ini, sehingga dengan begitu dalam diskusi itu akan muncul berbagai konsep pembangunan yang di tawarkan. Saran Jamal


Jamal juga mengharapkan adanya sebuah wadah sebagai sarana penampung aspirasi, sehingga bagaimana bisa menggodok sebuah aspirasi dalam sebuah pembangunan daerah, sehingga lewat wadah itu sebagai sebuah ormas yang juga turut berperan mengambil langkah bijak dalam menyalurkan aspirasi ke pusat dalam menggarap anggaran pusat demi pembangunan daerah.


Jamal juga menuturkan sebuah rasa keprihatinan melihat kondisi jalan warga masyarakat yang ada di daerah pegunungan, yang selama daerah ini sejak ada hingga saat ini tidak mampu di selesaikan oleh pemerintah daerah, kususnya status jalan. Sebut Jamal


Bagi Jamal" yang paling utama dalam sebuah pembangunan daerah ialah bagaimana kita memerdekakan terlebih dahulu masyarakat dalam hal ini tumbuhkembangkan SDM yang ada, sehingga dengan pengembangannya sebuah SDM sehingga lewat sumber SDM yang sudah matang mampu membangun daerah, karena segala sesuatu adalah untuk rakyat, dari rakyat, untuk rakyat dan kembali ke rakyat. Ujar Jamal


Di lanjutkan juga oleh Daniel Rupidara yang mengatakan" daerah ini tidak bisa berkembang dan maju karena yang pertama kelemahan pemerintah daerah ialah tidak mampu menyelesaikan masalah lahan yang di klaim oleh setiap orang yang merasa kepemilikan.


Kata Rupidara" hal penting dalam sebuah konsep pembangunan harus kita kembali lihat dari desa dan dusun, yang mana terbentur dengan perda adat, sehingga harusnya perda adat di sahkan terlebih dahulu, harus ada sebuah jiwa politik, karena adanya kontribusi maka bagi negara warga negara itu semua sama di sebuah daerah. Ucap Rupidara


Menurutnya" semua warga masyarakat yang ada di bumi Saka Mese Nusa adalah warga pribumi orang - orang SBB yang baik domisili maupun asli karena sudah mendiami SBB begitu lama sehingga wajib di sebut warga SBB yang selama ini sudah berikan kontribusi bagi daerah ini, baik yang bekerja sebagai pegawai maupun pengusaha, dan bahkan yang lain-nya. Jelas Rupidara


Sebuah daerah yang sudah di nilai oleh negara bahwa layak merubah status dari dusun menjadi desa, mestinya itu harus di laksanakan, sebelum perda adat di sahkan mestinya lembaga adat terlebih dahulu di sahkan, dan Bupati bukanlah lembaga adat. Ujar dia


Yang paling penting harus di lihat setiap pemimpin di daerah ini adalah lembaga adat dan lembaga tiga batang air di SBB ini sudah ada sejak dahulu, sehingga lewat lembaga adat masing - masing daerah bisa di perhatikan oleh lembaga adat, sehingga semua permasalahan di desa bisa di ketahui oleh lembaga adat, dan itu bisa jadi acuan dalam sebuah proses pembangunan sehingga daerah ini bisa ada perhatian pemerintah dalam pembangunan. Papar Rupidara


Sebagai pemimpin daerah harus mampu bisa menghadirkan infestasi di daerah ini, sehingga tidak berfokus pada anggaran dana birokrasi yang hanya dapat membelanjakan barang birokrasi saja yang sudah baku dalam sebuah ketentuan, namun berusaha menghadirkan sebuah infestasi ke daerah itu guna bisa membangun daetahnini lebih baik, dalam hal ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sehingga akhirnya ekonomi rakyat menjadi berubah dan ekonomi di daerah ini pun meningkat. Pungkasnya 


Kurang lebih empat jam diskusi politik berjalan, dan menghasilkan sejumlah Konsel pembangunan yang mendorong Rupidara menjadi Wakil Bupati ke depan-nya untuk periode lima tahun 2024 - 2029. (V374)


×
Berita Terbaru Update