Notification

×

Iklan

SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE GLOBAL TIMUR NEWS

Iklan

SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE GLOBAL TIMUR NEWS

Umat Buddha di Ambon Rayakan Waisak dengan Khidmat dan Kebersamaan, Ini Kata Ketua Permabhudi Maluku

Kamis, 23 Mei 2024 | 11:45 WIT Last Updated 2024-05-23T05:08:42Z

 

Foto: Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2568 BE

AMBON, Globaltimur.com Umat Buddha di Kota Ambon merayakan Hari Tri Suci Waisak 2568 BE dengan penuh khidmat dan kebahagiaan di Vihara Suarna Giri Tirta, yang terletak di kawasan Gunung Nona, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Pada Kamis (23/05/24) pagi.


Meskipun cuaca hujan lebat, umat Buddha di Kota Ambon tetap hadir dengan penuh syukur untuk merayakan peristiwa penting ini.


Suasana di Vihara Suarna Giri Tirta tampak semarak dengan berbagai kegiatan keagamaan yang dimulai sejak pagi hari.


Umat Buddha mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh khusyuk, mulai dari meditasi, pembacaan paritta suci, hingga pendharmaan. 


Setiap ritual dilakukan dengan tujuan merenungkan ajaran Buddha dan memohon kedamaian serta kesejahteraan bagi seluruh makhluk hidup.


Bhikkhu Siri Ratano Mahathera kepada wartawan menjelaskan, bahwa Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha: kelahiran Pangeran Siddharta, pencapaian Penerangan Agung, dan wafatnya Buddha atau Parinibbana. 


Ia menekankan pentingnya Dhamma dan kebersatuan dalam keberagaman.


Foto: Bhikkhu Siri Ratano Mahathera


"Dengan perbedaan, kita bisa saling melengkapi dalam hidup ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bersatu padu membangun nilai-nilai luhur," ujarnya.


Bhikkhu Siri Ratano Mahathera juga menyoroti pentingnya pembinaan umat Buddha dalam keberagaman komunitas dan organisasi keagamaan, serta memacu pertumbuhan di bidang pendidikan, perekonomian, dan aspek lainnya. 


Ia mengumumkan akan diadakannya Dharma Santi di Seram, Maluku Tengah, pada 30 Mei, sebagai seremonial umum untuk merefleksikan nilai-nilai sosial kemasyarakatan.


Foto: Ketua Permabhudi Maluku, Tjoa Tinnie Pinontoan


Sementara, Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabhudi) Maluku, Tjoa Tinnie Pinontoan, mengajak umat Buddha untuk merenungkan ajaran cinta kasih Buddha Gautama dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan.


Ia memastikan bahwa Permabhudi Maluku selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang memperkuat nilai-nilai luhur Buddha Gautama.


"Kami ingin memastikan bahwa semua umat Buddha, baik yang berada di Maluku maupun daerah sekitarnya, merasakan dukungan dan kebersamaan dalam perayaan Waisak ini," ujarnya.


Foto: Ketua Yayasan Vihara Swarna Giri Tirta, Lie Ruli Rudy


Lebih lanjut, Ketua Yayasan Vihara Swarna Giri Tirta, Lie Ruli Rudy, juga mengajak seluruh umat Buddha di Maluku untuk memperingati Hari Waisak dengan semangat kebersamaan dan harmoni. 


Dengan tema "Harmonis dan Bahagia," ia berharap perbedaan pendapat tidak menjadi penghalang untuk hidup rukun dan damai.


 "Semoga dengan tema Waisak ini kita semua umat Buddha dapat bersatu. Walaupun ada perbedaan pendapat, semoga kita selalu hidup rukun, harmonis, dan damai dalam kehidupan bermasyarakat," tambahnya.


Puncak acara Waisak akan diadakan di Desa Namto, Seram Utara, Maluku Tengah, pada 30 Mei, dengan peresmian Taman Muda sebagai simbol perdamaian dan kebersamaan. Kegiatan ini juga akan diisi dengan kerja bakti bersama untuk memperkuat gotong royong dan kebersamaan.


Keberagaman umat Buddha di Maluku, yang tersebar di berbagai wilayah seperti Kota Ambon, Pulau Buru, dan Seram, menunjukkan kekayaan budaya dan spiritual yang menjadi kekuatan untuk membangun persatuan dan kesatuan. 


"Harapan saya, semoga kita semua dapat berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Semoga Indonesia semakin maju dan terdepan di mata dunia," tutup Lie Ruli Rudy dengan optimis.


Peringatan Waisak ini diharapkan menjadi momentum penting bagi umat Buddha di Maluku untuk mempererat tali persaudaraan dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa yang lebih baik. (DLN)

×
Berita Terbaru Update