Dalam arahannya Pj. Walikota Ambon Bodewin Wattimena menekankan pentingnya menghargai dan memahami adat istiadat.
"Tidak ada ungkapan lain bagi kita di malam ini selain ungkapan syukur dan terima kasih kepada tuhan yang maha kuasa," kata Bodewin, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan untuk berkumpul dan merayakan pesta adat Konci Januari Negeri Soya.
Bodewin, yang juga anak adat negeri urimeseng dan Pela darah negeri soya, merasa terhormat berada di tempat tersebut.
Ia mengatakan, "Kehadiran kita bersama di malam ini, membuktikan bahwa, kita adalah orang-orang yang mengerti dan menghargai adat."
Menurutnya, adat istiadat dan budaya adalah bagian penting dari identitas bangsa dan harus terus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan.
Ia mengingatkan bahwa pemerintah telah memberikan ruang bagi kehidupan budaya dan tradisi adat istiadat di Indonesia.
Masyarakat Negeri Soya berpandangan bahwa, cuci negeri bukan hanya soal membersihkan negeri, tetapi juga hati, pikiran, dan semua yang kita miliki.
Ini adalah persiapan untuk bekerja maksimal bagi negeri ini pada saat Konci Januari, Mulai 1 Februari, seluruh masyarakat negeri Soya bertekad untuk berubah menjadi lebih baik dan bekerja bersama membangun negeri Soya yang dicintai.
"Dia tidak saja akan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat adat disini tetapi, dia menjadi sebuah peluang bagi pemerintah Kota untuk bisa memanfaatkan ini sebagai kegiatan yang dapat menarik wisatawan untuk datang ke kota Ambon terkhusus di negeri soya," pungkasnya.
Turut hadir pada acara itu antara lain Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Dr. Ahcmad Jais Ely, ST., M.Si yang mewakili Gubernur Maluku, Anggota DPR-RI Novita Anakotta, Anggota DPRD Provinsi, Jhon Lewerissa dan Anggota DPRD Kota Ambon Frederika Latupapua, serta Para Forkompinda Kota Ambon dan Pimpinan OPD Lingkup Kota Ambon. (DLN)