Notification

×

Iklan

SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE GLOBAL TIMUR NEWS

Iklan

SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE GLOBAL TIMUR NEWS

Permabudhi Gelar Sosialisasi Penanggulangan Stunting di Hative Kecil, Ambon

Selasa, 09 Juli 2024 | 19:08 WIT Last Updated 2024-07-09T14:03:11Z

 

Foto: Permabudhi Gelar Sosialisasi Penanggulangan Stunting di Hative Kecil, Ambon

AMBON, Globaltimur.com - Dalam Rangka Penanggulangan Stunting, Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) menggelar sosialisasi Gerakan penanggulangan stunting di Kantor Negeri Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, pada Selasa (9/7/25) pagi. 


Diketahui, Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan Permabudhi, mendapatkan apresiasi tinggi dari Raja Negeri Hative Kecil, Ir. Josias J. Muriany.


Dalam sambutannya, Raja Josias menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Permabudi Provinsi Maluku atas inisiatif tersebut. 


Foto: Raja Negeri Hative Kecil, Ir. Josias J. Muriany

"Saya sangat mengapresiasi Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) yang memiliki perhatian sangat mendalam untuk masa depan anak-anak bangsa. Biasanya, isu stunting ini digencarkan oleh pemerintah dari tingkat pusat hingga desa atau kelurahan, namun kali ini inisiatif datang dari komunitas," ungkapnya.


Raja Josias menjelaskan bahwa stunting sering kali dipersepsikan berbeda-beda oleh masyarakat.


 "Stunting ini sering kali diartikan sebagai pertumbuhan yang tidak sesuai dengan umur anak, atau tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan gizi yang memadai. Hal ini sangat penting karena kita semua berperan dalam mewujudkan Indonesia emas, di mana anak-anak kita harus tumbuh sehat dan cerdas untuk menjadi generasi penerus bangsa," jelasnya.


Di Negeri Hative Kecil, terdapat 32 RT dan 14 posyandu yang aktif memberikan pelayanan kesehatan bagi anak-anak.


Selain itu, Posyandu tidak hanya memberikan motivasi dan pengetahuan tentang kesehatan, tetapi juga tentang pentingnya asupan gizi yang baik selama kehamilan.


"Jika ibu hamil tidak mendapatkan pemeriksaan yang memadai dan asupan gizi yang cukup, maka anak yang lahir berisiko mengalami stunting," terangnya.


Tak hanya itu, Raja Josias juga menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan oleh Permabudhi kepada 25 anak atau keluarga yang masuk dalam kategori stunting. 


"Kami berterima kasih kepada Permabudi yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada anak-anak dan keluarga yang membutuhkan. Ini menunjukkan bahwa tidak hanya pemerintah yang peduli, tetapi juga komunitas kita," tutupnya.


Pada kesempatan yang sama, Erwin Tjioe, Ketua PP Permabudhi sekaligus Wakil Sekjen dan anggota tim Gerakan Nasional, mengungkapkan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam program Gerakan Nasional Revolusi Mental.


Foto: Ketua PP Permabudhi sekaligus Wakil Sekjen dan anggota tim Gerakan Nasional, Erwin Tjioe, 

"Bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), program ini melibatkan tiga gerakan utama: Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Mandiri, dan Gerakan Indonesia Bersatu," tuturnya.


Menurutnya, masalah stunting di Indonesia telah menjadi perhatian serius pemerintah. Pada tahun 2022, angka stunting nasional mencapai 21%, dengan Maluku mencatatkan angka lebih tinggi, yaitu 26%.


"Kita perlu kerjasama dan keterlibatan semua pihak dalam menyelesaikan persoalan stunting ini, maka dari itu ada Gerakan Indonesia Bersatu," ujarnya.


Ia juga menekankan bahwa permasalahan stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah.


 "Kami merasa tidak cukup jika hanya pemerintah yang bergerak. Harus ada sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat untuk menyelesaikan masalah stunting," katanya.


Tak hanya itu, Program ini juga mendorong kemandirian warga Indonesia. Sebagai contoh, Permabudhi mendukung 25 anak di wilayah tersebut dengan memberikan paket perbaikan gizi selama tiga bulan. 


"Setiap minggu, anak-anak akan menerima paket tersebut dan akan dipantau perkembangan gizinya. Kami berharap ini menjadi awal dari gerakan yang akan terus berlanjut," imbuhnya.


Selain itu, Program ini juga melibatkan orang tua dalam proses monitoring dan evaluasi.


 "Kami berharap kerjasama antara orang tua dan anak sangat penting. Setiap perkembangan akan dipantau, dan jika ada penurunan, kami akan berdiskusi dengan orang tua untuk mencari solusinya," ujar Erwin.


Perlu diketahui, Permabudhi, organisasi yang berdiri sejak tahun 2018 dan mendapatkan pengakuan dari Istana Negara, terus berkontribusi dalam berbagai program sosial, termasuk upaya penanggulangan stunting. 


Dengan jaringan yang tersebar di 35 provinsi, organisasi ini berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. 


"Ini bukan hanya masalah sosial, tetapi juga komitmen kami sebagai organisasi untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa," tandas Wakil Sekjen dan anggota tim Gerakan Nasional itu dengan serius.


Terkait dengan kegiatan sosialisasi ini, Ketua Permabudhi Maluku, Tjoa Tinnie Pinontoan, menyatakan antusiasme organisasinya dalam menjalankan program yang telah ditetapkan.


Foto: Ketua Permabudhi Maluku, Tjoa Tinnie Pinontoan,

"Kami, Permabudhi Maluku, sangat antusias menyambut baik mandat yang diberikan untuk kami di Maluku. Tentunya, kami akan memantau kegiatan ini dengan bekerja sama dengan Puskesmas. Tidak sampai disitu saja, setiap minggunya, kami akan melakukan monitoring untuk memastikan bahwa bantuan yang kami berikan tepat sasaran" kata Tjoa Tinnie kepada wartawan seusai kegiatan.


Tjoa Tinnie menyebut, dalam pelaksanaan program ini, Permabudhi Maluku akan mengadakan pendataan dan pemantauan perkembangan kesehatan masyarakat di Hative Kecil Khususnya. 


"Kami akan membawa bantuan dan melakukan pendataan serta monitoring. Kami akan mengukur berat badan dan memantau perkembangan kesehatannya secara terus-menerus," terang Tjoa Tinnie.


Tidak hanya itu, Program ini diharapkan dapat memberikan hasil yang signifikan bagi kesehatan masyarakat di Maluku. 


"Kami berharap proses ini akan memberikan hasil yang positif bagi masyarakat," pungkas Tjoa Tinnie.


Foto: turut hadir pada kegiatan ini

Sebagai Informasi, Kegiatan ini dihadiri oleh Raja Negeri Hative Kecil, Ir. Josias J. Muriany, Ketua PP Permabudi sekaligus Wakil Sekjen dan tim Gerakan Nasional Permabudi, Erwin Tjioe, ST., M.Comp, Ketua Permabudi Provinsi Maluku, Tjoa Tinnie Pinontoan, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Sujiyanto, S. Ag., M.M. Yang Mewakili Kesbangpol Maluku Sekretaris Badan Egmon Sinay, Ketua FKUB Maluku. Serta Ustadz Dr. Abdullah Latuapo. (DLN)

×
Berita Terbaru Update