Notification

×

Iklan

SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE GLOBAL TIMUR NEWS

Iklan

SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE GLOBAL TIMUR NEWS

Tiga Tahun SMPN 113 Maluku Tengah Tidak Pernah Ada Bangunan Sekolah, Siswa Belajar Masih Numpang

Selasa, 09 Juli 2024 | 05:31 WIT Last Updated 2024-07-08T20:31:01Z

Foto : SMPN 113 Malteng Hingga detik ini tidak miliki bangunan sekolah

Seram Utara
- Globaltimur.com - Melalui pendidikan, seseorang dapat mengembangkan potensi diri, memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari, bahkan mencapai masa depan.


Pendidikan berperan penting dalam mengembangkan potensi diri seseorang, dan Melalui pendidikan, individu dapat menemukan dan mengenali minat dan bakatnya.


Tidak hanya itu, pendidikan dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang, Dengan memiliki pendidikan yang baik, individu memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan bergaji tinggi. 


Itulah mengapa, pendidikan seharusnya menjadi prioritas bagi setiap individu, dan pemerintah harus terus memperhatikan dan meningkatkan akses pendidikan di semua tingkatan.


Sayangnya pendidikan yang ada di Negeri Roho, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku, dalam hal ini SMP 113 Maluku Tengah hingga saat ini tidak memiliki bangunan sekolah, dengan lamanya pendidikan yang sudah bertahun - tahun.



Hal ini langsung di sampaikan oleh Jefry Maoke Kepala Pemerintahan Negeri Roho Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, kepada awak Media Gakorpan News, tepatnya di kantor Negeri bahwa" SMPN 113 Maluku Tengah ini masih dibawah perlindungan bangunan Sekolah Dasar Negeri 255 Maluku Tengah karena bangunan Sekolahnya tidak ada sejak tiga tahun ini.


Kata Jefri" Untuk itu saya selaku Kepala pemerintah Negeri Roho meminta kepada Dinas Pendidikan Maluku Tengah dan pemerintah Provinsi Maluku agar bisa membangun bangunan sekolah SMPN 113 Maluku Tengah di Negeri kami ini. Seru Jefri


Pasalnya" Lahan tanah untuk pembangunan sekolah sudah kami siapkan seluas 1 hektar lebih untuk pembangunan sekolah SMPN 113 Maluku Tengah, namun sejak tahun 2021 hingga saat ini belum ada sama skali pembangunan sekolah.


Siswa/siswi SMPN 113 Maluku Tengah masih memakai tiga ruangan bangunan Sekolah Dasar 255 Maluku Tengah itu pula mereka sekolah di siang hari saat Siswa Sekolah Dasar pulang, Sekolah ini pula menampung khusus untuk anak - anak pegunungan mulai dari  Negeri Roho, Negeri Kanike, negeri Huaulu dan lain lain. Bebernya


Selain itu kepala sekolah SMPN 113 Imelda Lumatihunissa, S.Pd saat di konfirmasihnya lewat pesan Whatsap-nya menjelaskan terkait dengan masalah Sekolah SMPN 113 Malteng mungkin ada baiknya dari media langsung ke Dinas Pendidikan untuk Kordinasi dengan Kepala Dinas Maluku Tengah soalnya kalau dengan saya, saya juga tidak tau mau jawab bagimana karena sudah beberapa kalinya saya ke Dinas untuk bicara terkait Gedung skolah, tapi sampe hari ini kami belum dapat bangunan itu. Ungkap Kepsek


Kata Kepsek" kalau yang saya pikir mugkin karena sekarang semua sudah lewat sistem, jadi sepertinya ada beberapa hal dari kami sekolah yang belum bisa memenuhi persyaratan utuk dapat Gedung Sekolah, salah satunya mungkin karena jumlah siswa yang masih sedikit, soalnya akhir semester ini jumlah siswa dari kelas 7-9 hanya 22 orang, tapi ada baiknya yang saya sampaikan tadi, langsung ke Dinas biar bisa dapat penjelasan yang lebih mungkin dari Kadis Pendidikan malteng. Sebutnya


Kepala sekolah SMPN 113 Maluku Tengah berharap semoga ada yang bisa bantu pihaknya guna berseru ke Dinas untuk bisa mendapatkan bangunan sekolah, karena selama ini hanya Kepsek jalan sandiri untuk semua pengurusan terkait dengan sekolah, tapi sampe sekarang belum juga dapat hasil, sekolah mulai buka dari tahun 2021 semoga di tahun ini atau tahun depan kami bisa mendapat perhatian dari Pemerintah Maluku Tengah maupun pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, karena kalau harap dari sistem berarti susah karena ada persyaratan terkait dengan jumlah siswa untuk dapat bangunan baru. Ungkapnya 


Di tambahkan-nya" sementara pihaknya setiap tahun-nya hanya memiliki siswa sebanyak 30 orang, dan itu di dapatkan hanya dari Negeri Roho Lintas, Roho Gunung, dengan Negeri Kanike. Sebutnya (Adrian)


×
Berita Terbaru Update